Sistem Bilangan dan Sistem Kode

Berjumpa lagi sahabat dumay. Lebih satu bulan tidak sempat update karena fokus ke KBM online dengan segala “drama” nya, hehehe.

Baiklah kali ini saya akan memaparkan materi sistem bilangan. Untuk memprogram hardware menggunakan mikrokontroler “wajib” hukumnya memahami sistem bilangan.

Beberapa sistem bilangan yang lazim digunakan dalam pemrograman mikrokontroler adalah sistem bilangan desimal, sistem bilangan biner dan sistem bilangan heksadesimal. Sementara itu, sistem kode yang sering digunakan dalam komputer dan pemrograman mikrokontroler adalah Binary Code Decimal (BCD), Binary Code Heksadecimal (BCH) dan American Standard Code for Information Interchange (ASCII).

Sistem Bilangan

Sistem Bilangan Desimal

Sistem bilangan desimal atau bilangan basis 10, adalah sistembilangan yang umumnya kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem bilangan desimal terdiri dari bilangan 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9.

Penulisan bilangan desimal dilakukan sama seperti menuliskan bilangan sehari-hari. Cara lainnya adalah dengan menyertakan bilangan basisnya (10) di belakang bilangan.

Cara penulisan bilangan desimal :

Sistem Bilangan Biner

Sistem bilangan biner atau bilangan basis 2, terdiri dari bilangan 0 dan 1 saja. Tidak ada bilangan lain selain 0 dan 1. Pada penerapannya seringkali dianalogikan 0 sebagai “mati/off/low” dan 1 sebagai “hidup/on/high”. Namu makna 0 dan 1 tidak terbatas pada hal itu saja.

Penulisan bilangan biner dilakukan dengan menyertakan bilangan basisnya (2) atau dengan menyertakan huruf B/b sebagai tanda biner di depan atau belakang bilangan

Contoh penulisan bilangan biner:

Sistem Bilangan Heksadesimal

Sistem bilangan heksadesimal atau bilangan basis 16, terdiri dari bilangan 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F. Penulisan bilangan heksadesimal yaitu dengan menyertakan bilangan basisnya (16) atau dengan menyertakan huruf H/h sebagai tanda heksadesimal di belakang bilangan.

Contoh penulisan bilangan heksadesimal :

Tabel perbandingan bilangan desimal, bilangan biner, dan bilangan heksadesimal

Sistem Kode

Binary Code Decimal (BCD)

Pada sistem kode Binary Code Decimal (BCD) bilangan desimal disandikan dalam bentuk biner. Ini di butuhkan untuk komunikasi antar mesin dalam perangkat digital.

Contoh 1:

3245 = 0011 0010 0100 0101 BCD

Contoh 2 :

0111 0110 1001 1000 BCD = 7698

Binary Code Heksadecimal (BCH)

Pada sistem kode Binary Code Heksadecimal (BCH) bilangan heksadesimal disandikan dalam bentuk biner. Kode ini sering digunakan dalam pemrograman perangkat keras. Salah satu contohnya adalah pada saat menentukan tabel kebenaran seven segment.

Contoh 1:

A51B h = 1010 0101 0001 1011 BCH

Contoh 2:

1110 0111 1101 1111 BCH = E7DF h

American Standard Code for Information Interchange (ASCII)

Kode ASCII adalah kode biner untuk merepresentasikan bilangan, huruf, dan simbol. Sehingga disebut juga dengan kode alfanumerik. Kode ini merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal. Kode ini selalu digunakan di komputer, alat komunikasi atau alat display utnuk menampilkan huruf dan karakter.

Tabel karakter ASCII dapat dilihat disini

Demikian, semoga bermanfaat.

Referensi :

glh

Guru Teknik Elektro Audio Video SMK Negeri 3 Selong Lombok Timur, NTB

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Hendry JP berkata:

    Makasi bu, bisa refresh ilmu hehe..
    Request gerbang logika bu..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.